cara membaca JADUAL SELAM - how to read DIVE TABLE




Sebagai persyaratan untuk mendapatkan SIJIL Open Water Diver , Dive table adalah salah satu subjek yang akan wajib dipelajari.
Sayangnya tidak banyak jurulatih Selam / Dive Master yang mengharuskan anda untuk memahami dengan dalam dan mengharuskan penerapan Dive Table, baik dalam dive planning maupun selama berada di dalam air diving. Padahal, dengan mengerti konsep dan cara pemakaian dive table, sebenarnya anda dapat memperkecil rIsiko terjadinya DCS (Decompression Sickness / DCI = Decompression Illness) pada diri anda.

Salah satu alasan utama Dive Table kurang diminati adalah keberadaan Dive Computer yang semakin terjangkau harganya dan semakin lengkap ciri-cirinya. Namun walaupun anda sudah memiliki Dive comp, ada baiknya anda juga memahami konsep Dive Table yang sebenarnya adalah inti dari Dive Comp itu sendiri.

Ada banyak sekali dive table yang dijual di dive center dan dapat anda download sendiri dari internet, beberapa contohnya ada dibawah ini :
Contoh dive table yang disediakan oleh organisasi selam :

SSI dive table. (German version).


Namun sebenarnya semua organisasi penyelaman (PADI, SSI, NAUI, NOAA, US Navy dll) menggunakan dasar table yang sama yakni : table Bulhmann

Beberapa produsen Dive Comp sudah menggunakan kaedah perhitungan RGBM (Reduced Gradient Bubble Model) yang lebih presisi namun juga adalah pengembangan dari table Bulhmann.

Jika kita ingin kembali ke konsep awal, pertanyaan mendasarnya adalah... apakah Dive Table/jadual selam  itu ?
Dive table adalah jadual yang menghitung sisa nitrogen yang ada dalam tubuh anda pada saat dan setelah anda melakukan penyelaman. Perhitungan sisa nitrogen tidak disajikan dalam satu ppm (parts per million) namun dalam satu minit.(Berapa minit sisa nitrogen dari penyelaman sebelumnya, seolah-olah anda sudah dive selama sekian minit [walaupun anda baru saja descend]). Sisa nitrogen dalam satu minit ini (RNT=Residual Nitrogen Time) harus diperhitungkan ke dalam perhitungan TBT (Total Bottom Time).

Namun perlu selalu diingat bahwa perhitungan yang dilakukan oleh Dive Table (maupun dive comp sekalipun) sifatnya adalah perkiraan atau perhitungan berdasarkan percobaan empiris yang telah dilakukan sebelumnya. Tiap orang memiliki struktur fisiologis dan karakter yang berbeza terhadap penyerapan dan pelepasan nitrogen.
Tubuh yang tidak terbiasa terdedah dengan kadar Nitrogen yang tinggi (ie Non Diver) akan lebih mudah terkena Decompression Sickness walaupun sudah melakukan penyelaman dalam batas selamat.



Bahagian-bahagian dari Dive Table :

Dive Table selalu terdiri dari (minimal) 2 macam table, 
Table 1 : No Decompression dan Group Designation Table.
(Sering kali tidak memiliki nama yang jelas).
table ini bertujuan untuk :

1. Merancangkan penyelaman, berapa lama di kedalaman tertentu anda boleh menyelam tanpa harus melakukan decompression stop (lihat definisi NDL dibawah untuk penjelasan tentang decompression stop).
Misalnya Diagram A : Table 1 : Seorang penyelam dapat menyelam di kedalaman 12m selama 130minit tanpa perlu melakukan deco stop. Atau 24m selama 30minit, ....
Note : Seorang penyelam selalu dianjurkan untuk melakukan Non Decompression Dive, penyelaman tanpa perlu melakukan deco stop untuk meminimalkan resiko terjadinya DCS.
Jika anda memang sengaja akan melakukan 'penyelaman deco', maka anda boleh menggunakan Dive Table yang memiliki informasi berapa lama (dan di kedalaman berapa) anda harus 'membayar' pinalty deco tersebut. 
Diagram A1 : Buhlmann Table with
'Decompression pinalty'


Diagram A1 adalah sepotong table Buhlmann yang menunjukkan berapa lama (dan di kedalaman berapa) seorang penyelam harus melakukan decompression stop(s).

Misalkan anda berencana menyelam sedalam 30m selama 25 minit (penyelaman deco), maka anda WAJIB melakukan deco stop di 3m selama 5 minit.

Jika anda berada di kedalaman 30m selama 40 minit, maka anda WAJIB melakukan 2 deco stop, di 8m selama 5 minit dan kemudian di 3m selama 17minit.
Dengan demikian anda dapat pula merencanakan pada sisa tangki berapa (pada tekanan berapa bar) anda harus mulai naik ke permukaan.

Note : Jika anda ingin memperkirakan air consumption rate (kadar penggunaan udara) anda, cubalah search kata kunci diatas di internet.
Intinya : DACR (Depth Air Consumption Rate) = SACR(Surface Air Consumption Rate) x Ambient Pressure at Depth.


2. Menghitung berapa banyak nitrogen (nitrogen loading) yang diserap ke dalam tubuh anda selama penyelaman yang dinyatakan dengan peningkatan Pressure Group (PG).
Misalnya Diagram A : Table 1 : Seorang penyelam menyelam di kedalaman 12m selama 60minit maka PG setelah penyelaman adalah 'G' (bulatkan keatas). Seorang penyelam menyelam di kedalaman 25m selama 20 minit maka PG setelah penyelaman adalah 'F' (bulatkan kedalaman ke atas).
Catatan : Pada penyelaman pertama, anda dianggap tidak memiliki PG = tidak ada sisa nitrogen dalam tubuh.


Contoh sebuah dive table :

Diagram A : Table 1 : No Decompression and Group Designation Table.



Table 2 : Surface Interval Time (SIT) Table.
table ini bertujuan untuk menghitung pelepasan nitrogen (nitrogen unloading) yang terjadi selama surface interval. Istirehat setelah penyelaman (surface interval) memberikan kesempatan nitrogen dilepaskan oleh tubuh anda. Berkurangnya nitrogen membuat PG anda juga akan berkurang dan perhitungannya dinyatakan dalam table 2 berikut ini :


Diagram B : Table 2 : Surface Interval Time (SIT) Table.


Secara sederhana, jika PG terakhir anda setelah penyelaman adalah 'G', maka jika anda beristirehat selama 1 jam PG anda turun menjadi 'F'. Jika anda beristirehat selama 2 jam maka PG anda turun menjadi 'D'.
Catatan : perhatikan bagaimana PG digunakan sebagai 'penghubung' antara table.


adakalanya anda juga akan menemukan model table 2 yang juga menunjukkan berapa lama anda harus melakukan surface interval agar dapat terbang (no fly interval) dan berapa lama kemudian baru sisa nitrogen di tubuh anda habis seluruhnya.
Contohnya adalah table Bulhmann dibawah ini :

Diagram C : Table 2 : Surface Interval Time (SIT) Table with No Fly Interval and Complete Desaturation Interval

Note : Anda tidak boleh mengkombinasikan PG / Group Designation dari table organisasi penyelaman yang berbeza. Misalnya anda tidak boleh menggunakan table 1 dari SSI dan table 2 dari Bulhmann.

Diagram C : Table 2. "0" ertinya waktu yang dibolehkan untuk menghabiskan seluruh sisa nitrogen dalam tubuh (satu : Jam). Misalnya PG anda setelah penyelaman terakhir adalah 'F', maka anda boleh 4 jam istirehat baru kemudian diperbolehkan terbang, dan anda membolehkan 4 jam lagi (total 8 jam) agar sisa nitrogen bersih dari tubuh anda.

Note : Organisasi penyelaman besar seperti PADI dan SSI mengeluarkan aturan berbeza. Misalnya PADI akan mengharuskan '12hrs no fly' untuk single dive dan '18hrs no fly' untuk 'repetitive dive' (repetitive dive = anda menyelam lagi sebelum seluruh sisa nitrogen habis dari tubuh anda, contohnya jika anda berada dalam safari dive selama 4 hari dengan 3 dive per hari. Dive ke 2 dan ke 3 dalam hari yang sama adalah repetitive dive).
Atas alasan keselamatan, hampir semua dive table yang beredar sekarang tidak mencantumkan lagi No Fly dan Complete Desaturation Interval. 12 / 18 hrs no fly dijadikan ketentuan baku atau anda boleh menggunakan No Fly di Dive Comp.



Table 3 : Residual Nitrogen Time (RNT) Table.
table ini bertujuan untuk :
1. Menunjukkan berapa banyak sisa nitrogen (RNT) yang masih ada dalam tubuh kita (setelah surface interval). satunya adalah minit.2. Sama seperti table 1, untuk merencanakan penyelaman berikutnya dengan mempertimbangkan bahwa sisa Nitrogen (RNT) akan membuat anda pada penyelaman berikutnya (seolah-olah) sudah menyelam selama X minit tersebut walaupun anda baru saja turun (descent).Catatan : Kadang2 table 2 (Surface Interval) digabungkan dengan table 1 sehingga total anda seolah-olah hanya memiliki 2 table saja yaitu No Deco + SI dan RN Table saja.Namun pada dasarnya Dive Table selalu memberikan 3 informasi : No Decompression Limit + PGSurface Interval dan Residual Nitrogen Time


Berikut adalah contoh RNT Table :

Diagram D : Table 3 : Residual Nitrogen Time (RNT) Table

Jika PG anda setelah beristirehat (didapatkan dari table 2) adalah 'D' maka untuk penyelaman berikutnya :
* Jika anda hanya akan menyelam dikedalaman 9m saja maka RNT anda adalah 54 minit dan anda boleh menyelam tanpa takut terkena deco.
* Jika anda menyelam hingga kedalaman 15m maka RNT adalah 29 minit dan maksimum anda boleh menyelam selama 41 minit sebelum masuk ke penyelaman deco.
Note : Untuk mengetahui waktu maksimum no deco anda juga boleh membawa RNT 29 minit tersebut ke table 1 (lihat Diagram A : Table 1). Waktu maksimum untuk penyelaman no deco di kedalaman 15m adalah 70minit, sehingga jika RNT = 29 minit, maka maksimum penyelaman no deco di kedalaman 15m adalah 70-29 = 41minit. Anda mendapatkan hasil perhitungan yang sama. Disini anda lihat bahwa anda sudah 'kembali' lagi ke table 1.



Menghitung Total Bottom Time (TBT)Diver biasanya menganggap perhitungan RNT dan TBT sebagai hal yang sukar difahami.Semoga anda tidak menjumpai kesukaran yang sama... :D.Seringkali seorang penyelam lupa bagaimana cara menggunakan Dive Table, namun jika anda sering berlatih dan benar-benar menggunakan Dive Table dalam penyelaman, pastilah anda tidak akan kesukaran mengerti konsep dan aplikasi Dive Table.Sebenarnya konsep TBT tidak terlalu sukar difahami asalkan anda sudah mengerti konsep RNT.TBT = ABT + RNTActual Bottom Time (ABT) adalah lama waktu (minit) anda berada di kedalaman tertentu. Sedangkan RNT adalah sisa nitrogen (dalam satu minit) yang membuat (seolah-olah) anda sudah menyelam di kedalaman tersebut selama X minit). Sehingga dalam perhitungan kadar nitrogen, anda dianggap telah melakukan diving selama TBT minit (ABT dan RNT).Misalnya setelah Surface Interval yang menghasilkan PG 'D' diatas anda berencana menyelam di kedalaman 15m selama 30 minit maka TBT anda nantinya adalah 30 (ABT) + 29 (RNT) = 59 minit sehingga dengan melihat table 1, PG anda setelah penyelaman tersebut adalah 'H' (pembulatan keatas).Penyelaman tersebut adalah penyelaman Non Dekompresi (Non Decompression Dive).Jika anda menyelam lebih dari 41 minit maka anda akan melakukan penyelaman dekompresi (Decompression Dive) yang mengharuskan anda melakukan Decompression Stop.

Istilah-istilah dalam Dive Table :

Pressure Group (PG) atau juga sering dinamakan Repetitive Group atau Group Designation, adalah penggolongan sisa nitrogen dalam tubuh anda. Biasanya dinyatakan dalam huruf (A, B, C dst), semakin 'tinggi' huruf nya (semakin menuju ke Z) semakin banyak nitrogen yang ada dalam tubuh.
PG juga digunakan sebagai penghubung antara table. Jika anda berpindah dari table 1 ke table 2 atau dari table 2 kembali ke table 1, PG lah yang akan menjadi penghubungnya.

Bottom Time (BT) sebenarnya adalah lama waktu anda berada di kedalaman maksimum (Bottom).Istilah ini sedikit memancing perdebatan, kebanyakan diver akan mengatakan bahwa Bottom Time adalah waktu antara mulai descend hingga anda mulai ascend dari kedalaman maksimum.
Pendekatan ini dianggap lebih aman, karena ketika anda mulai descend, anda sudah dianggap berada di Max Depth. Namun boleh bermasalah jika dive profile anda tidak berupa 'kotak', multi level diving ketika descend.
Dive Time adalah total waktu mulai descend hingga ascend = Bottom Time + waktu untuk ascend + Deco Stop (jika ada) + Safety stop.

No Decompression Limit (NDL) adalah waktu penyelaman (dalam satu minit) di kedalaman tertentu dimana seorang penyelam tidak perlu melakukan (mandatory) decompression stop.Penyelam selalu dianjurkan untuk melakukan non decompression dive (penyelaman tanpa perlu melakukan decompression stop) untuk meminimalkan resiko DCS.
catatan : beberapa organisasi selam mengharuskan seorang penyelam melakukan safety stop (biasanya minimum 3 minit di kedalaman 5m) pada setiap penyelaman, namun sebenarnya safety stop tersebut sifatnya adalah recommended bukan mandatory.Catatan : Dive comp juga akan menganggap safety stop sebagai 'recommended' bukan 'mandatory'. Artinya safety stop boleh tidak dilakukan. Decompression stop dan quick ascend lah yang akan menimbulkan 'penalty' berupa mandatory safety stop tersebut.PADI hanya mewajibkan safety stop pada setiap deep dive (lebih dari 30m, sekarang menjadi lebih dari 18m).Lepas dari wajib atau tidak, selalu lebih nyaman dan lebih baik untuk melakukan safety stop yang lama di setiap penyelaman anda sambil menikmati shallow water corral :).Paling banter yang sebel adalah tukang perahu atau buddy anda....Residual Nitrogen Time (RNT) adalah sisa nitrogen dalam tubuh kita (dinyatakan dalam satu minit).Ketika diaplikasikan lagi ke table 1 seolah-olah kita sudah menyelam selama X minit tersebut.Dalam kasus penyelaman tanpa decompresi (Non Decompression Dive), otomatis jika kita memiliki sisa RNT maka Bottom Time kita pada penyelaman berikutnya akan menjadi lebih singkat.Contoh Penggunaan Dive Table dan Perhitungannya :
Diagram E1 : Table 1 : Padi Dive Table (Metric).




Diagram E2 : Table 2 : Padi Surface Interval Time Table (Metric).


Anda merencanakan Wreck Dive di Anker Wreck (Anchor Wreck) Menjangan, Bali Barat, dimana wrecknya berada di kedalaman 30-40m.
* Berapa maksimum NDL (No Decompression Limit) pada penyelaman tersebut ? 
Jawaban : 
8 minit di kedalaman 40m.

* Jika anda berencana menyelam hingga 15minit di 40m, berapa lama surface interval agar anda kembali ke Pressure Group 'B' ?
Jawaban : 
Sedikit Tricky, karena table E1 PADI diatas dengan SENGAJA tidak mencantumkan minit ke 10 dst di kedalaman 40m. Maka dengan perkiraan saja bahwa 1 m menambah 1 pressure group maka setelah 15minit anda akan berada di sekitar PG M sampai O. Saya akan ambil amannya, 'O', maka boleh kira-kira 2.5 jam untuk mengembalikan PG anda ke 'B'.

* Jika setelah penyelaman selama 15 minit di 40m diatas dan berisirahat selama 2.5 jam hingga PG anda kembali menjadi 'B', anda ingin melakukan penyelaman kedua di Pos 1 Menjangan di kedalaman 15m saja (shallower depth), selama 40 minit, berapa sisa RNT dalam tubuh anda sebelum penyelaman kedua dan apa PG anda setelah penyelaman kedua tersebut ? Berapa maks NDL pada penyelaman kedua ?
Jawaban :
- Maks NDL untuk pressure group B di kedalaman 15m (bulatkan ke 16m) adalah 59minit, dengan sisa RNT sebelum penyelaman kedua sebesar 13minit.
- PG setelah penyelaman 40 minit di kedalaman 15m adalah :
ABT = 40 minit, RNT = 13 minit maka TBT = 53 minit, menggunakan table 1 (Diagram E1) 15m (bulatkan ke 16m) selama 53 minit, pressure group setelah penyelaman kedua adalah 'R'.

* Anda beristirehat lagi selama 2 jam kemudian anda akan melakukan sunset dive di Mandarin City di kedalaman maks 10m. Apa PG setelah Surface Interval ? berapa RNT dan NDL di penyelaman ke 3 ?
Jawaban :
PG setelah penyelaman kedua = R, istirehat 2 jam, PG menjadi B (lihat diagram E1).
RNT di 10.5m (lihat diagram E2) untuk PG 'B' adalah 20minit dengan 199 minit NDL.
(Artinya anda sebenarnya diperbolehkan menyelam selama yang anda mampu di penyelaman ke 3 asalkan kedalaman anda tidak lebih dari 10.5m. Biasanya menyelam 1.5 jam (90 minit) saja sudah sangat menggigil, apalagi nite dive....)



Demikian gambaran penggunaan dive table.
Jika anda memiliki pertanyaan, kritik dan saran, mohon menuliskannya di bagian 'comments' di bawah thread ini.
Saya harap dengan lebih menjiwai dive table anda memiliki 'feeling' untuk merencanakan penyelaman.
Misalnya : Berapa lama anda perlu melakukan surface interval untuk penyelaman berikut ? Berapa dalam anda boleh menyelam selama 30 minit tanpa terkena deco ? dst.
Memiliki feeling seperti ini di kepala anda akan sangat membantu anda dalam menggunakan Dive Comp.

Selamat berlatih..... :).

No comments:

Post a Comment